Tetaplah Engkau Sadar Puisi Jalaluddin Rumi

Wahai Sana'i,[1] Jika tak kau temukan satu pun sahabat, Jadilah sahabat bagi dirimu sendiri.
Di alam dunia ini, tempat dari bermacam manusia dan beragam tugas, jadilah pelaksana dari tugasmu sendiri.

Setiap pengikut dari karavan ini, mencuri perbekalannya sendiri waspadai dan jagalah bekalmu.[2]

Sebagian besar orang berjual-beli keidahan dan cinta palsu lewati ke dua sungai kering ini, dan jadikan dirimu sungai yang deras mengalir.

Jika ada kawan yang menarik tanganmu ke arah hal yang tak berarti, segera tarik tanganmu dan jadikan dirimu seorang penolong bagi dirimu sendiri.

Ciptaan-ciptaan yang cantik ini, bagaikan lukisan indah pada kanvas, menghijab aneka keindahan qalb, sibakkan hijab dan masuklah, hadirlah bersama Sang Kekasih.

Hadirlah bersama Sang Kekasih, jadilah insan berakal-sejati, naiklah mengatasi ke dua alam, tempatilah semestamu sendiri.

Bertolaklah: jangan terbujuk anggur takabur tataplah cemerlangnya Wajah itu, dan tetaplah engkau sadar akan (kehambaan) dirimu sendiri.

Catatan:
[1] Hakim Sana'i, seorang sufi bijak termasyhur. Saling menasehati diantara para awliya umumnya ditujukan untuk memberi pengajaran kepada murid-murid mereka.

[2] Sadar atau tidak, setiap kita berada dalam karavan menuju kematian. Masing-masing kita, setiap saat, mengambil dari jatah bekal kita sendiri; misalnya umur.

Sumber:
Jalaluddin Rumi, Divan-i Syamsi Tabriz, ghazal no. 1244
Berdasarkan terjemahan William C. Chittick, pada The Sufi Path of Love, SUNY Press, Albany, 1983.

Untuk Informasi lebih lanjut silahkan hubungi no yg tertera di atas

Posting Komentar

Untuk Informasi lebih lanjut silahkan hubungi no yg tertera di atas

Komentar (0)

Lebih baru Lebih lama