Terjerat Kerumitan Puisi Jalaluddin Rumi

Kita kecanduan diskusi rumit, dan gemar mengatasi masalah.

Bolak-balik kita membuat simpul lalu mengurainya kembali.

Terus menerus kita membuat aturan tentang cara menampilkan kesulitan, dan untuk menjawab aneka pertanyaan yang diajukan.

Kita seperti burung yang melonggarkan jerat lalu mengencangkannya kembali dalam rangka meningkatkan ketrampilan.

Sehingga hilang kesempatan terbang jelajahi medan terbuka; sehingga hilang kesempatan kunjungi padang rumput, habis umur sibuk dengan simpul.

Tetap saja buhul-jerat tak terkuasai, walau sayap burung berkali-kali patah.

Simpul-jerat tak untuk dilawan, jaga agar sayapmu tak patah.

Jangan rusak bulu pelindungmu hanya sekedar untuk tunjukkan pada dunia, betapa hebatnya usahamu.

Sumber:
Jalaluddin Rumi, Matsnavi II: 3733-3738 versi Camille dan Kabir Helminski dalam Rumi: Daylight, Threshold Books, 1994

Transliterasi dari Bahasa Persia oleh Yahya Monastra.

Untuk Informasi lebih lanjut silahkan hubungi no yg tertera di atas

Previous Post Next Post