Mengenakan Cinta Puisi Jalaluddin Rumi

Suatu jiwa yang tak mengenakan Cinta pantas malu akan keberadaannya sendiri.

Mabuklah dengan Cinta karena semua yang meng-ada itu perwujudan Cinta.

Tanpa memberi dan menerima Cinta tak akan Sang Kekasih menerimamu.

Mereka bertanya, "Apakah itu yang disebut Cinta?"

Jawablah, "Menanggalkan kehendak bebas."

Orang yang bersandar pada kehendak-bebas, terikat kepadanya.

Sang pencinta sejati bersikap layaknya dia seorang raja: ke dua semesta berserakan di sekitarnya tapi tak diperdulikannya sedikit pun.

Hanya Sang Kekasih dan pencinta-Nya yang bertahan, tak kenal akhir.

Jangan tetapkan hatimu pada sesuatu yang lain; yang lain-lain itu hanya wujud pinjaman.

Sampai kapan engkau betah memeluk kekasih yang mati. Peluklah yang Maha Hidup, yang tak mungkin terliputi oleh sesuatu pun.

Semua tanaman yang berkembang di musim semi akan luruh di musim gugur; tapi kebun mawar Sang Kekasih tak bergantung pada tibanya musim semi.

Duri ikut berkembang bersama mekarnya mawar di musim semi. Tak ada raza lezat anggur yang sepi dari sakit kepala sesudahnya.

Di jalan ini, jangan puas hanya jadi seorang pengamat; demi Allah, tak ada kematian yang lebih buruk daripada angan-angan kosong.

Tetapkan hatimu hanya menghendaki mata-uang emas murni, jika engkau bukan manusia palsu.

Dengarkan dan pahami hikmah mendalam ini, jika engkau bukan pemakai anting.

Jangan gemetar, ketika engkau di atas tungganganmu, yaitu ragamu, tapi bergeraklah dengan gesit.

Rabb memberi kemampuan terbang kepada jiwa yang tak lagi terikat pada raganya.

Jangan ragu sedikit pun, jernihkan hatimu, sampai sejernih permukaan cermin, yang tiada disitu, satu pun imaji dan gambaran.

Ketika qalb bersih dari semua imaji; seluruh imaji dapat terliput di dalamnya.

Ketika wajah qalb jernih dari noda baru lah engkau tak lagi merasa malu.

Jika kau ingin cermin-qalb-mu jernih, maka tataplah dirimu sendiri di dalamnya; dan pandanglah sejatinya keadaan dirimu, yang ditampilkannya tanpa takut atau malu.

Permukaan logam dapat digosok hingga berkilau bagai cermin.

Renungkanlah, apa yang diperlukan qalb agar dapat jernih berkilau?

Tak seperti cermin dari logam kilau cermin qalb itu menyimpan berbagai rahasia.

Catatan:
"Lalu dia termasuk yang beriman dan saling berpesan untuk bersabar dan saling berpesan untuk berkasih-sayang." (QS Al-Balad [90]: 17)

Sumber:
Jalaluddin Rumi, Divan-i Syamsi Tabriz, ghazal no 455
Terjemahan ke Bahasa Inggris oleh Nicholson, diberinya urutan N13.

Terdapat pada terjemahan Kabir Helminski, "Love is a Stranger," Threshold Books, 1993.

Juga terdapat pada terjemahan A.J. Arberry, "Mystical Poems of Rumi 1," University of Chicago Press, 1991.

Untuk Informasi lebih lanjut silahkan hubungi no yg tertera di atas

Previous Post Next Post