Cinta Itu Asing Puisi Jalaluddin Rumi

Cinta itu asing bagi ke dua semesta alam.
 Didalamnya tercakup tujuh-puluh dua kegilaan.

Ia sangat tersembunyi, cuma keterpesonaannya yang mewujud: jiwa para pangeran ruhaniah mendamba hanya padanya.

Agama Cinta berbeda dari ke tujuh-puluh dua sekte:[2] di sisinya, mahkota para raja tak lebih daripada sepotong perban pembalut luka.

Ketika jiwa sedang lebur, tenggelam, terdengar merdu lantunan sang penyair Cinta: "Penghambaan itu sebuah keterpaksaan, dan kewenangan itu memusingkan."

Lalu, apa itu Cinta? Lautan Ketiadaan: di dalamnya kaki akal remuk, dan tak lagi mampu berenang.

Kita kenal penghambaan dan kehendak-bebas, jalan seorang pencinta tersembunyi di balik ke dua hijab itu.

Catatan:
[1] Alam yang mewujud, dan yang tak kasat mata.

[2] Mengingatkan kepada hadits tentang terpecahnya kaum Muslim menjadi 73 golongan, 1 diantaranya yang akan masuk al-Jannah, yaitu "al-Jama'ah."

Sumber:
Jalaluddin Rumi, Matsnavi III: 4719-4724
Terjemahan ke Bahasa Inggris oleh Nicholson.

Menyerahkan Hidupmu

Sungguh pantas orang yang murah hati bersedekah, tetapi kemurahan hati sang pencinta itu dengan menyerahkan jiwanya.

Jika engkau berikan sepotong roti, atas nama Rabb, engkau akan diganjar dengan melimpahnya roti.

Jika engkau serahkan hidupmu bagi Rabb, kepadamu akan diberikan Hidup Sejati.

Sumber:
Jalaluddin Rumi, Matsnavi III: 2895-2897
Terjemahan ke Bahasa Inggris oleh Nicholson.

Untuk Informasi lebih lanjut silahkan hubungi no yg tertera di atas

Posting Komentar

Untuk Informasi lebih lanjut silahkan hubungi no yg tertera di atas

Komentar (0)

Lebih baru Lebih lama