Berlapis Makna Puisi Jalaluddin Rumi

Ketika al-Qur'an diturunkan, ramai kaum tak beriman mencemoohkan.

(Mereka mengatakan): "Itu hanya kisah dan cerita masa lalu; bukan penelitian yang baru, bukan pemikiran yang canggih;

Bahkan anak kecil pun bisa memahaminya: hanya tentang hal-hal yang diperintahkan dan hal-hal yang dilarang.

Kisah tentang Yusuf- tentang betapa tampannya dia, kisah ayahnya Ya'qub, Zulaikha dan gairahnya.

Naskah biasa saja, semua orang dapat memahami maknanya: tidak terdapat bagian yang membingungkan akal."

Dia berkata:
"Jika menurutmu mudah, buatlah satu surat saja yang semisal[1] dan semudah al-Qur'an ini.

Kerahkanlah jin, manusia dan cerdik-pandai diantaramu, menandingi dengan satu ayat yang semisal."

Ketahuilah, kalimah dalam al-Qur'an itu memiliki pengertian literal dan makna-dalam yang sangat agung.

Dan dibalik makna-dalam itu, terdapat lapisan makna ketiga yang didalamnya semua kecerdasan hilang akal.

Tentang makna lapis ke empat dari al-Qur'an: sama sekali tak ada yang dapat memahaminya, kecuali Tuhan, yang bagi-Nya tak ada sekutu, yang bagi-Nya tak ada suatu pembanding.

Karena itu anakku, jangan membaca al-Qur'an hanya demi makna luarnya belaka.

Azazil memandang sang Insan, dan didapatinya dia tersusun hanya dari tanah liat belaka.

Aspek luar al-Qur'an itu seperti jasmani insan: ciri-cirinya tampak; sementara jiwanya tersembunyi.

Boleh jadi kau tinggal bersama sanak-saudaramu selama seratus tahun, tapi tak setipis rambut pun mereka pernah mengenal jiwamu.

Catatan:
[1] Qs Al Baqarah [2]: 23

Sumber:
Jalaluddin RumiMatsnavi III: 4237-4249
Terjemahan ke Bahasa Inggris oleh Nicholson.

Untuk Informasi lebih lanjut silahkan hubungi no yg tertera di atas

Posting Komentar

Untuk Informasi lebih lanjut silahkan hubungi no yg tertera di atas

Komentar (0)

Lebih baru Lebih lama