Puisi Jalaluddin Rumi Tentang Tingkatkan Pencarian Mu


Jika terus kau jaga harapanmu, yang merindu pada Langit, walau sampai gemetaran engkau bagai daun diterpa angin, maka air dan api ruhaniyah akan muncul, dan meningkatkan kesejatianmu.

Tak diragukan lagi, rindumu itu yang kan membawamu sampai ke sana.

Jangan hiraukan kelemahanmu, yang harus kau jaga itu kedalaman rindumu.

Sesungguhnya pencarian ini adalah janji Tuhan dalam dirimu, karena setiap pencari layak dapatkan apa yang dicarinya.

Tingkatkan pencarianmu, sampai qalb-mu merdeka dari penjara yaitu ragamu sendiri.

Biarkan saja orang awam mengatakan, "sungguh malang nasibnya, dia telah mati," mereka tak mendengar jawabanmu, "sesungguhnya aku hidup, wahai orang lalai, Walaupun, seperti raga yang lain, tubuhku telah dikuburkan, ke delapan surga memekar dalam qalb-ku."

Ketika jiwa bercengkerama di taman penuh berbagai bunga indah, tak perlu dirisaukan raga yang berkalang tanah.

Bagi jiwa yang telah tersucikan, sama sekali tidak menjadi soal jika raganya dimakamkan di kuburan indah atau seadanya.

Malah sebenarnya, dari alam jiwa nan penuh-warna, dia berseru, "... seandainya saja kaumku mengetahui."[1]

Jika jiwa tak memiliki suatu kehidupan yang berbeda dari raga, lalu untuk siapakah Langit disiapkan sebagai istana bagi kehidupan abadi?

Jika jiwa tak memiliki suatu kehidupan yang berbeda dari raga, kepada siapakah ditujukan janji, "Dan di Langit terdapat rezekimu."[2]

Catatan:
[1] QS YaSin [36]: 26.

[2] QS Adz-Dzariyat [51]: 22.

Sumber:
Jalaluddin Rumi, Matsnavi V: 1731-1742
Terjemahan ke Bahasa Inggris oleh Nicholson. Juga terdapat pada terjemahan versi Camille dan Kabir Helminski dalam Rumi: Jewel of Rememberance Threshold Books, 1996;

yang bersumber terjemahan dari Bahasa Persia oleh Yahya Monastra.

Untuk Informasi lebih lanjut silahkan hubungi no yg tertera di atas

Posting Komentar

Untuk Informasi lebih lanjut silahkan hubungi no yg tertera di atas

Komentar (0)

Lebih baru Lebih lama