Puisi Jalaluddin Rumi Tentang Siapa Yang Yuli


Yang berpanjang angan itu seperti orang tuli: sering didengarnya tentang kematian, tapi itu tak membuatnya sadar tentang kematiannya sendiri, atau bersiap menghadapi ajalnya.

Tamak membuat orang buta: kelemahan orang lain dicermati dengan teliti, lalu disiarkan kemana-mana; seraya sedikit pun tak menyadari kelemahan dirinya sendiri.

Alangkah anehnya, jika ada orang telanjang tapi takut bajunya robek.

Pencinta dunia itu orang rudin dan ketakutan, sejatinya tak sesuatu pun dimilikinya, tapi dia takut hartanya disasar pencuri.

Orang lahir dengan polos dan pergi dengan telanjang; diantara dua kejadian itu, kehidupan dunia dilaluinya dengan cemas, takut hartanya hilang.

Saat saat ajal tiba, ketika ratusan orang meratap, jiwanya sendiri mentertawakan ketakutannya.

Ketika itu, pecinta dunia baru sadar: tak sedikit pun dia miliki emas-permata; demikian pula, seorang yang cerdik sekali pun, tahu dia tak bisa menyiasati.

Amatilah anak kecil yang bermain uang-uangan dari pecahan tembikar: ketika pangkuannya penuh, gemetaran dia karena girang-hati seakan itu uang yang asli.

Jika kau ambil sepotong, dia merengek, jika kau kembalikan, segera dia tertawa.

Anak kecil belum memiliki pengetahuan, karenanya, rengekan atau derai tawanya hampa makna.

Seperti itu lah pencinta dunia, yang menyangka apa-apa yang dipinjamkan sebagai miliknya sendiri: dia gemetar, cemas, meratapi kekayaan palsu.

Dia bermimpi: cemas, gemetaran. disangkanya harta duniawi pinjaman sebagai miliknya sendiri.

Ketika sang Maut menyentak keluar jiwanya, membangunkannya dari tidur panjang, didapatinya ketakutannya selama ini sedikit pun tak berarti.

Gemetaran pula seorang yang terpelajar, yang kuasai aneka ilmu dan paham banyak hal tentang dunia ini.

Tentang kaum cendekiawan yang mapan dalam ilmu-ilmu tentang dunia ini, al-Qur'an menyatakan, "mereka tidak memahami."

Mereka selalu takut orang lain menyita waktunya; mereka anggap telah menguasai ilmu yang banyak.

Sering mereka berkata, "orang-orang itu menyita waktuku;" padahal sejatinya, berlalunya waktu tak membawa manfaat kebaikan bagi diri mereka sendiri.

Atau mereka katakan, "orang banyak telah mengalihkanku dari pekerjaanku yang sangat penting;" (seraya tak disadarinya) jiwanya sendiri kaku, tak mampu bergerak.

(Mereka bagaikan) orang yang telanjang sambil ketakutan dan berkata, "aku memakai jubah yang panjang, aku harus menghindari mereka yang tak hentinya menarik-narik jubahku."

Mereka hafal rincian ratusan-ribu data, yang terkait dengan aneka pengetahuan dunia; tapi sejatinya bodoh, karena tak mereka kenali jiwa mereka sendiri.

Mereka pahami kekhususan aneka macam dzat, tapi mengenai hakekat diri mereka sendiri, mereka sama dungunya dengan seekor keledai.

Mereka nyatakan, "aku tahu apa yang dibolehkan dan apa yang dilarang;" tapi pengetahuannya tentang apa yang boleh, dan apa yang dilarang bagi diri mereka sendiri, hanya berdasarkan prasangka atau kebodohan semata.

Wahai yang merasa mengetahui tentang mana yang halal dan mana yang haram; sudahkah kau pertimbangkan baik-baik mengenai dirimu sendiri--apakah termasuk yang halal, ataukah yang haram?

Bukankah suatu kebodohan, jika kau ketahui harga bermacam barang dagangan, sementara nilai dirimu sendiri tak kau ketahui?

Engkau pahami pengetahuan tentang bintang-bintang: mana yang membawa kabar keberuntungan, dan mana pembawa kabar buruk; tapi kau tak pernah berupaya menelisik, sebenarnya engkau itu termasuk yang beruntung, atau sebaliknya? Jiwamu belum tersucikan dan karenanya kau sering bernasib buruk.

Kusampaikan disini inti tujuan ilmu sejati: agar kau ketahui siapa sesungguhnya dirimu pada Hari Perhitungan.

Kau telah akrabi asal-usul ad-Diin, kini saatnya kau tengok dan cermati jiwamu yang berada di dalam dirimu sendiri-- apakah telah indah?

Wahai insan, jiwa yang telah tersucikan adalah modal dasar yang menjadi landasan, dalam mengamalkan ke dua warisan Rasulullah; sampai kau di-Rahmati dengan pengenalan akan hakekat dirimu sendiri.

Sumber:
Jalaluddin Rumi, Matsnavi III: 2628-2635.
Terjemahan ke Bahasa Inggris oleh Nicholson.

Untuk Informasi lebih lanjut silahkan hubungi no yg tertera di atas

Previous Post Next Post