Puisi Jalaluddin Rumi Tentang Jalan Keyakinan


Ketika kau tuntun aku menapaki Jalan keyakinan Kau taruh amanah di pundakku Agar ditegakkan hingga ajal.

"Tak kuat aku," kadang ku menjerit, "Beban ini terlalu berat"; Bersama-Mu aku diperkuat, Agar mampu memikul tugas.

Sumber:
Jalaluddin Rumi, Rubaiyat
Terjemahan oleh A.J. Arberry, 1949.

Dengarkanlah Dengan Diam


Jika kau miliki telinga, dengarkan lah, Terima lah pesanku dengan jernih; Dengan Dia memenuhi seluruh isi hatimu Berpisah lah kau dari dirimu sendiri.

Tutup mulutmu, ketika terangnya penglihatanmu mencerap visi yang muncul: Tak perlu kau tambahkan pendapatmu Karena semua telah kau saksikan di sana.

Sumber:
Jalaluddin Rumi, Rubaiyat
Berdasarkan terjemahan ke Bahasa Inggris oleh A.J. Arberry, 1949.

Pintu Itu

Ketika teringat kembali pada pintu itu, kurasakan kembali luapan menyesakkan. Takkan mungkin kulupakan Rahmat itu, Ketika Kau kenalkanku kembali pada Khazanah Tersembunyi.

Sumber:
Jalaluddin Rumi, Rubaiyat, F#1693
Berdasarkan terjemahan ke Bahasa Inggris oleh Zara Houshmand.

Untuk Informasi lebih lanjut silahkan hubungi no yg tertera di atas

Posting Komentar

Untuk Informasi lebih lanjut silahkan hubungi no yg tertera di atas

Komentar (0)

Lebih baru Lebih lama