Puisi Jalaluddin Rumi Tentang Harapan Telah Menyingsing


Wahai jiwaku, jangan berputus-asa, harapan mulai mengejawantah; apa yang dinanti setiap jiwa telah menyingsing dari semesta gaib.

Jangan berputus-asa, walau Siti Maryam telah meninggalkanmu, tapi cahaya yang mengangkat Isa ke langit telah muncul.

Jangan berputus-asa, wahai jiwaku, dalam kegelapan penjaramu ini, sang Raja yang membebaskan Jusuf-mu telah tiba.

Ya'qub telah muncul dari balik hijab kebuntuan, Yusuf yang kan menyibak hijab Zulaikha telah tampil.

Wahai engkau, yang sejak malam hingga fajar memohonkan, "Yaa Rabb," Yang Maha Rahman mendengar rintihanmu, dan telah datang.

Wahai sakit yang telah menua: sembuh lah, obatmu telah sampai; wahai gerbang kukuh: terbuka lah, karena kuncimu telah ditemukan.

Wahai diri yang berpuasa, menahan-diri dari hidangan di Meja Terhormat, berbuka lah dengan gembira, karena hari raya pertama telah dimulai.

Kini, hening lah, hening lah: karena kebajikan dari perintah "kun," telah membuat hening ketakjuban mengatasi semua pembicaraan.

Sumber:
Jalaluddin Rumi, Divan-i Syamsi Tabriz, ghazal 631.
Terjemahan ke Bahasa Inggris oleh A.J. Arberry.

Untuk Informasi lebih lanjut silahkan hubungi no yg tertera di atas

Posting Komentar

Untuk Informasi lebih lanjut silahkan hubungi no yg tertera di atas

Komentar (0)

Lebih baru Lebih lama