Puisi Jalaluddin Rumi Tentang Alunan Musik Tersembunyi


Jangan lah kau cemas jika seutas dawai harpamu putus, karena akan muncul ribuan pengganti.

Dalam genggaman jemari Cinta semuanya menjadi musik indah.

Wahai kawanku, jika semua harpa dan seruling dunia terbakar, masih ada sebuah harpa tersembunyi.

Nada dan iramanya melayang sampai ke surga, tapi tak sedikit pun terdengar oleh telinga yang tuli.

Jangan lah kau khawatir jika semua lampu dan lilin dunia padam, karena batu-api sumbernya tetap terjaga.

Musik yang kita dengar itu ibarat buih yang mengapung di permukaan samudera wujud, sementara sang mutiara tetap tersembunyi di kedalaman.

Tapi kelembutan dalam musik bersumber dari mutiara tersembunyi itu karena pendar cahayanya juga menyinari kita.

Alunan musik hanyalah suatu ranting dari kerinduan akan penyatuan dan tidak lah ranting dan akar setara.

Karenanya, katupkan mulutmu, hentikan lah aliran kata-katamu; buka lah jendela hatimu: dan bercakaplah dengan jiwa-jiwa suci.

Sumber:
Jalaluddin Rumi, Divan-i Syamsi Tabriz, ghazal no 110
Terjemahan ke Bahasa Inggris oleh Azima Melita Kolin dan Maryam Mafi dalam Rumi: Hidden Music; dan terjemahan dari Bahasa Persia oleh Ibrahim Gamard.

Untuk Informasi lebih lanjut silahkan hubungi no yg tertera di atas

Posting Komentar

Untuk Informasi lebih lanjut silahkan hubungi no yg tertera di atas

Komentar (0)

Lebih baru Lebih lama