Hanya Sebongkah Tanah Liat Puisi Jalaluddin Rumi


Harta tak langgeng: datang di pagi hari, terserak ke berbagai penjuru ketika malam tiba.

Kecantikan ragawi tak abadi: pipi memerah-mawar langsung pucat ketika tergores duri.

Keturunan ningrat hampa nilainya, banyak yang jadi dungu karena kemewahan. Tak terhitung anak kaum ningrat mempermalukan penghulu mereka karena akhlak buruk.

Mereka yang berbakat juga tak selalu dapat diandalkan, walau tampak gemilang dan mengagumkan: ambilah contoh dari kisah iblis.

Iblis sangat pandai, tapi karena cintanya tak murni, tak dilihatnya pada diri Adam, kecuali sebongkah tanah-liat.

Sumber:
Jalaluddin Rumi: Matsnavi VI 255-260
Terjemahan ke Bahasa Inggris oleh Nicholson.

kembalilah Ke Sumber Dirimu Sendiri


Sampai kapan engkau berjalan mundur? Jangan hampiri kemusyrikan dan kekufuran, berpeganglah kepada diin yang haqq.

Lihatlah gula dalam racun dan menghampirlah kepada racun.[1] Kembalilah engkau pada Sumber hakikat dirimu.

Walaupun sosok jasmanimu tersusun dari tanah, hakikat dirimu adalah buhul halus ruhaniah yang dibentuk dari inti Keyakinan.

Engkau adalah penjaga terpercaya Cahaya Ilahiah. Kembalilah engkau pada Sumber hakikat dirimu.

Ketahuilah, ketika kau ikatkan dirimu pada keberserahan-diri, akan terbebas engkau dari kemelekatan kepada dirimu-sendiri.

Dan, akan terlepas engkau, dari ribuan jebakan. Kembalilah engkau pada Sumber hakikat dirimu.

Engkau terlahir sebagai keturunan Adam, khalifah yang diangkat, tapi malah kau belalakkan matamu pada alam-dunia rendah ini.

Sungguh menyedihkan, melihat engkau berpuas diri pada kedudukan serendah sekarang. Kembalilah engkau pada Sumber hakikat dirimu.

Catatan:
[1] Guncangan, ujian; karena al-Jannah itu dikelilingi kesulitan, sedangkan an-Naar itu dikelilingi kesenangan.

Sumber:
Jalaluddin Rumi, Divan Syamsi Tabriz, Ghazal no 120.
Terjemahan ke Bahasa Ingris oleh Ibrahim Gamard.

Untuk Informasi lebih lanjut silahkan hubungi no yg tertera di atas

Posting Komentar

Untuk Informasi lebih lanjut silahkan hubungi no yg tertera di atas

Komentar (0)

Lebih baru Lebih lama