Dihantarkan Perumpamaan Puisi Jalaluddin Rumi

Manfaat perumpaan itu untuk menengahi, untuk mengantarkan pengertian.

Tanpa sesuatu yang menengahi takkan ada yang berani masuk ke dalam api begitu saja, kecuali seekor salamander.

Air hangat yang dipakai mandi adalah sebuah pengantar yang menengahi sehingga badanmu segar oleh panasnya api.

Karena kau tak bisa langsung terjun ke dalam api, --seperti Ibrahim sang Khalilullah-- maka tempat mandi air-panas bagaikan utusan bagimu, dan air berperan sebagai pemandumu.

Rasa puas itu dari al-Haqq, tapi agar mereka yang masih penuh dosa dapat mencicipi rasa puas, diperlukan pengantar berupa makanan.

Keindahan itu dari al-Haqq, tapi mereka yang daya inderanya hanya jasmaniah takkan merasakan pesona keindahan tanpa ditengahi penghantar berupa Taman Surga.

Ketika penengah jasmaniah diangkat, maka ia yang diangkat itu memahami tanpa hijab, bagaikan Musa, cahaya seterang rembulan memancar dari dadanya.

Penyaksian itu bagaikan kebajikan yang disandang air jernih, sisi dalamnya dipenuhi Rahmat Ilahiah.

Sumber:
Jalaluddin Rumi, Matsnavi V: 228-236
Terjemahan ke Bahasa Inggris oleh Nicholson.

Untuk Informasi lebih lanjut silahkan hubungi no yg tertera di atas

Posting Komentar

Untuk Informasi lebih lanjut silahkan hubungi no yg tertera di atas

Komentar (0)

Lebih baru Lebih lama