Lupa Negeri Kelahiran Puisi Jalaluddin Rumi



Wahai insan, kau miliki sebuah negeri di balik lelangit, tapi pada tanah dan debu kau tujukan dirimu.

Telah kau hujamkan citra dirimu pada permukaan bumi; melupakan negeri yang jauh tempat kelahiranmu.

Sumber:
A.J. Arberry, The Rubaiyat of Jalal Al-Din Rumi, 1949.


Mengapa Bangkit Hasamu

Mengapa bangkit hasadmu di tengah lautan kepemurahan ini? Mengapa kau tolak datangnya kebahagiaan yang menggelombang?

Tak seekor pun ikan pertahankan secangkir air bagaikan harta karun; ketika dia tahu, samudera luas tak pernah tolak kehadirannya.

Catatan:
"Iri-dengki (hasad) membakar hasanah lebih cepat daripada api membakar kayu kering." Sedangkan hasanah itu sendiri sulit didapat karena merupakan buah takwa.

Sumber:
A.J. Arberry, Rubaiyat of Jalal Al-Din Rumi, 1949.

Semua Tengah Bermohon

Kita semua bergantung sepenuhnya pada kemaha-kuasaan Sang Pencipta.

Seluruh kuasa, seluruh kekayaan, semata milik-Nya; kita pengemis rudin.

Lalu mengapa kita mendaku, lebih unggul satu sama lain?

Bukankah kita semua sama, tengah bermohon di muka pintu istana-Nya?

Sumber:
A.J. Arberry, The Rubaiyat of Jalal Al-Din Rumi, 1949.


Untuk Informasi lebih lanjut silahkan hubungi no yg tertera di atas

Posting Komentar

Untuk Informasi lebih lanjut silahkan hubungi no yg tertera di atas

Komentar (0)

Lebih baru Lebih lama