Masihkah Mendua Puisi Jalaluddin Rumi

 

Masihkah Mendua

Diberi engkau: dua tangan. dua kaki dan dua mata; tetapi jika yang hatimu dambakan dan yang Sang Kekasih kehendaki bagimu dua hal yang berbeda, maka apa manfaatnya itu bagimu?


Kau sebut dirimu seorang pencinta, tapi ucapanmu itu hanya penghias bibir; jika kau pandang seorang pencinta sejati dan Sang Kekasih sebagai dua hal yang berbeda maka penglihatanmu mendua, atau kau salah menghitung.


Sumber:

Jalaluddin Rumi, Rubaiyat #18.

Suntingan ke Bahasa Inggris oleh Jonathan Star, dalam Rumi: In the Arms of the Beloved, TCE, Penguin Group (USA), 2008.


Berdasarkan terjemahan literal dari Bahasa Persia ke Bahasa Inggris oleh Shahram Shiva.


Terkecuali Cinta

Perhatikan lah dirimu sendiri: gemetar engkau, khawatir akan yang belum berwujud.


Ketahui lah, yang belum berwujud pun tengah khawatir, takut kalau Tuhan akan membuatnya berwujud.


Jika kau coba rengkuh keagungan duniawi, itu pun berasal dari kekhawatiran pula.


Semua hal, terkecuali Cinta dari Yang Maha Indah, adalah penderitaan.


Sungguh suatu derita beranjak menuju kematian tanpa mereguk air kehidupan.


Sumber:

Jalaluddin Rumi, Matsnavi I: 3684-87

Terjemahan ke Bahasa Inggris oleh Kabir dan Camille Helminski. Dalam "The Rumi Collection," hal 66.


Untuk Informasi lebih lanjut silahkan hubungi no yg tertera di atas

Posting Komentar

Untuk Informasi lebih lanjut silahkan hubungi no yg tertera di atas

Komentar (0)

Lebih baru Lebih lama