Akhirnya Ia Menetap Puisi Jalaluddin Rumi

 


Dan singgahlah ke hatiku cinta kepada-Mu, lalu ia beranjak pergi, dengan riang.

Sekali lagi ia datang, tinggal sejenak, lalu bertolak pergi lagi.

Dengan sopan aku mengundangnya tinggal: "sebentar, barang dua, tiga hari."

Akhirnya ia menetap, tak pernah lagi ia ingin tinggalkan hatiku.

Sumber:
Jalaluddin Rumi, Rubaiyat, F#223
Penerjemah ke Bahasa Inggris oleh Zara Houshmand.


Jelas Jalan Kembali

Engkau yang cerahkan hatiku, telah pergi; tapi tak pernah berpisah: Citramu selalu dalam penglihatanku. Cintamu selalu dalam hatiku.

Ku telusur pelosok bumi, siapa tahu kau berkunjung ke sana. Senantiasa kuberharap, kan jelas akhirnya, jalanku kembali ke rumah.

Sumber:
A. J. Arberry, Rubaiyat of Jalal Al-Din Rumi, 1949.


Kuasai Pikiran

Wahai pencari, pikiran memiliki kuasa atas dirimu: mendadak engkau sedih, mendadak engkau gembira.


Engkau terbakar dalam api. Tapi Aku takkan mengeluarkanmu, sampai engkau matang, sampai engkau bijak, sampai Sang Pribadi Sejatimu tampil.


Sumber:

Jalaluddin Rumi, Rubaiyat, F#1923

Diterjemahkan ke Bahasa Inggris oleh Jonathan Star. Berdasarkan terjemahan literal oleh Shahram Shiva.


Dari Rumi: In the Arms of the Beloved, hal 89.


Untuk Informasi lebih lanjut silahkan hubungi no yg tertera di atas

Posting Komentar

Untuk Informasi lebih lanjut silahkan hubungi no yg tertera di atas

Komentar (0)

Lebih baru Lebih lama