Cinta itu lautan tak bertepi Puisi Jalaluddin Rumi

 

Cinta itu lautan tak bertepi, di atasnya lelangit bagai serpihan buih belaka; yang gelisah, bagai Zulaikha dambakan seorang Yusuf.

Ketahuilah, roda pemutar lelangit digerakkan oleh gelombang Cinta: bila bukan karena Cinta, semesta kan membeku.
Bagaimana yang semula benda mati, berubah menjadi tumbuh-tumbuhan?

Bagaimana tetumbuhan mengorbankan diri agar dilimpahi ruh?

Bagaimana ruh mengorbankan diri demi sebuah Hembusan; yang kelembutan tiupannya pernah menghamili seorang Maryam?

Ketahuilah, roda pemutar lelangit digerakkan oleh gelombang Cinta: bila bukan karena Cinta, semesta kan membeku.
Bagaimana yang semula benda mati, berubah menjadi tumbuh-tumbuhan?

Bagaimana tetumbuhan mengorbankan diri agar dilimpahi ruh?

Bagaimana ruh mengorbankan diri demi sebuah Hembusan; yang kelembutan tiupannya pernah menghamili seorang Maryam?

Semuanya akan kaku membeku bagai es, tak akan terbang menjelajah seperti belalang.
Setiap zarah tengah jatuh cinta pada Kesempurnaan itu, dan bergegas tumbuh bagai berkecambahnya tunas.

Bergegasnya mereka adalah sebuah takbir batiniah. Mereka memurnikan diri demi menyambut Sang Ruh.

Sumber:

Jalaluddin RumiMatsnavi V: 3853-3859
Cinta Itu Lautan Tak Bertepi
Semuanya akan kaku membeku bagai es, tak akan terbang menjelajah seperti belalang.
Setiap zarah tengah jatuh cinta pada Kesempurnaan itu, dan bergegas tumbuh bagai berkecambahnya tunas.
Bergegasnya mereka adalah sebuah takbir batiniah. Mereka memurnikan diri demi menyambut Sang Ruh.

Sumber:

Jalaluddin Rumi, Matsnavi V: 3853-3859
Terjemahan ke Bahasa Indonesia oleh Nicholson.
di atasnya lelangit bagai serpihan buih belaka; yang gelisah, bagai Zulaikha dambakan seorang Yusuf.
Terjemahan ke Bahasa Indonesia oleh Nicholson. Jalaluddin Rumi

Untuk Informasi lebih lanjut silahkan hubungi no yg tertera di atas

Previous Post Next Post